"Problematika Pendidikan Bahasa Arab IAIN Kediri di Era Industri 4.0"
Oleh : Ana Nailus Sa'adah (932500915) Kelas A
Artikel ini sebagai Tugas UAS mata kuliah E-Learning Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di IAIN Kediri
Istilah "Revolusi Industri" diperkenalkan oleh
Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui di pertengahan abad ke-19. Revolusi
industri ini pun sedang berjalan dari masa ke masa. Dekade terakhir ini sudah
dapat disebut memasuki fase ke empat 4.0. Perubahan fase ke fase memberi
perbedaan artikulatif pada sisi kegunaaannya. Fase pertama (1.0) bertempuh pada
penemuan mesin yang menitikberatkan (stressing) pada mekanisasi
produksi. Fase kedua (2.0) sudah beranjak pada etape produksi massal yang
terintegrasi dengan quality control dan standarisasi. Fase ketiga (3.0)
memasuki tahapan keseragaman secara massal yang bertumpu pada integrasi
komputerisasi. Fase keempat (4.0) telah menghadirkan digitalisasi dan
otomatisasi perpaduan internet dengan manufaktur (BKSTI 2017).
Era Industri 4.0 ini adalah istilah yang digunakan untuk merujuk
pada era dimana terjadi perpaduan teknologi yang mengakibatkan dimensi fisik,
biologis, dan digital membentuk suatu perpaduan yang sulit untuk dibedakan
(Scawab, 2016). Misalnya, dua orang dapat saling berbagi informasi secara
langsung dengan bantuan digital tanpa harus berada pada tempat yang sama atau
pada waktu yang bersamaan baik secara fisikis maupun biologis. Terjadinya
digitalisasi informasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial
Intelligence) secara massif di berbagai sektor kehidupan manusia, termasuk
di dunia pendidikan, adalah tanda dimulainya era industri 4.0 (Scawab, 2016).
Tantangan dunia Pendidikan
Tinggi di Indonesia pada era Industri ini mengacu pada harapan untuk memiliki
sumber daya manusia yang bermutu, dapat bertahan, dan berkembang, baik dari
dampak perubahan yang muncul dikarenakan inovasi dalam sains maupun teknologi
yang terjadi dalam setiap komponen masyarakat.
Samuel Hutington
mengungkapkan sebuah teori yakni yang bertahan adalah yang paling berkualitas
bukan yang paling kuat, karena yang paling kuat merupakan hukum rimba,
sedangkan teori yang bertahan adalah yang paling berkualitas dalam hal ini
merupakan hukum (insani) manusia. (Abdullah dkk.2003).
Artinya kesiapan lulusan
Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia dalam menghadapi tantangan baik internal
maupun eksternal, baik dalam skala lokal (nasional) maupun global
(internasional) harus diwujudkan sebagai upaya dalam meningkatkan mutu agar
mampu bersaing dalam kancah Internasional dan dapat melahirkan generasi bangsa
yang cerdas, berkualitas dan kompetitif khususnya pada era Revolusi Industri
4.0 ini.
Realitanya pada era industri
ini terdapat kecenderungan kuat yakni terjadinya daya saing (pasar) yang
melanda seluruh komponen kehidupan manusia. Salah satu implikasi era ini
terlihat dengan adanya persaingan antar Perguruan Tinggi dalam hal kemajuannya.
Maka dalam hal ini peran pendidik (dosen) ialah mendidik peserta didik
(mahasiswa) agar menjadi mahasiswa yang mengikuti perkembangan zaman tanpa
meninggalkan akar budaya, serta menjembatani kepentingan-kepentingan yang
terkait, agar output Perguruan Tinggi tidak terpental atau terasing pada era
disrupsi dan industri 4.0 ini.
Melihat dari fenomena tersebut,
Perguruan Tinggi di Indonesia dituntut untuk dapat mengantisipasi semakin
pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi dalam era revolusi industri 4.0.
Rancangan kurikulum dan metode pendidikan pun harus disesuaikan dengan iklim
bisnis, juga jasa pendidikan yang terus berkembang dan semakin kompetitif
sehingga menuntut mahasiswa untuk mengikuti perkembangan teknologi dan
informasi. Oleh karena itu, perguruan tinggi/ universitas harus bisa mengikuti trend perkembangan teknologi, yang
menjadi barometer dalam menangani pendidikan dengan cara mencari metode yang
sesuai untuk mengembangkan kapasitas kognitif mahasiswa: higher order mental skills, berfikir kritis dan sistematik, dan
menjadi amat penting untuk bertahan di era revolusi industri 4.0.
Dalam konteks Pendidikan Bahasa Arab
(PBA) adanya pengembangan kurikulum menjadi sangat penting, baik penyusunan
kurikulum bahasa yang baru, maupun penyempurnaan dan pengembangan kurikulum
yang telah ada. Kurikulum pembelajaran bahasa di era Industri 4.0 ini tentu lebih
kompleks karena harus mempertimbangkan berbagai faktor dan variabel yang
terkait dengan filsafat (hakikat dan fungsi) bahasa, aspek sosial budaya,
psikologi bahasa, lingkungan sosial politik, sistem pendidikan dan
pembelajaran, dan sebagainya.
Pengembangan kurikulum,
termasuk standarisasi kurikulum PBA, diyakini sebagai langkah strategis dalam
rangka pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan itu sendiri. Berdasarkan
sejumlah penelitian, pengembangan kurikulum itu idealnya diorientasikan kepada
pemenuhan tuntutan pembangunan dan untuk merespon tantangan globalisasi, dengan
tetap mempertimbangkan pro-porsionalitas antara dimensi kuantitas dan kualitas
pembelajaran sesuai dengan standar-standar yang dirumuskan.
Dalam daftar kurikulum pembelajaran
bahasa Arab terdapat mata kuliah pilihan yang mendukung kompetensi dasar
kebahasaan mahasiswa. Mata kuliah pilihan ini yang nantinya akan memberikan
pengetahuan serta keterampilan yang berkaitan dengan bahasa Arab sebagai modal
untuk menghadapi persaingan global. Masuk pada revolusi industri 4.0, mahasiswa
dituntut untuk dapat bersaing dan mempersiapkan orientasi kerja keprofesian
semaksimal mungkin. Bagaimana mereka dapat mengatasi tuntutan zaman dengan
keahlian dan potensi yang dimiliki. Mengembangkan sesuatu yang dipelajari dan
mengkolaborasikan dengan teknologi masa kini.
Adanya perkembangan teknologi dan
digital dalam era industri 4.0 diharapkan dapat membantu dan mempermudah dalam
segala bidang. Bagaimana semua dikaitkan dengan media-media online sesuai trend masa kini. Semisal penggunaan
elektronik dalam pembelajaran (electronic
learning/ e-learning), penerjemahan dengan kamus digital, pemaksimalan
media visual baca dengan berbasis blog/ web/ jurnal arab, pengevaluasian
pembelajaran dengan menggunakan media online seperti halnya UNBK, dan lain
sebagainya.
Ketika semua melibatkan media online,
secara tidak langsung kita sebagai mahasiswa tidak bisa bersikap pasif dan easy going dengan kemajuan tersebut.
Harapannya mampu bereksistensi dan berperan aktif, serta memaksimalkan diri
dalam berpartisipasi dengan cara memfilter mana saja yang bernilai positif dan
negatif dengan tetap tidak menolak perkembangan teknologi di era revolusi industri
4.0.
Dalam mengatasi hal tersebut, program
studi PBA IAIN Kediri sendiri mempunyai beberapa mata kuliah pilihan yang
menunjang skill mahasiswa seperti
halnya Multimedia, Tarjamah, dan Kewirausahaan. Yang kesemuanya itu bertujuan
untuk membekali keterampilan setiap mahasiswa yang berbeda-beda guna mampu
bereksistensi dan memaksimalkan diri dalam persaingan dunia terlebih kita
berada di era Revolusi Industri 4.0.
Namun kaitannya dengan adanya mata
kuliah pilihan sebagai penunjang tersebut masih harus disesuaikan dengan
kebutuhan masing-masing mahasiswa sesuai dengan keterampilannya untuk berkontribusi
dalam menggunakan teknologi. Sebagaimana data hasil wawancara dengan salah satu
dosen program studi pendidikan bahasa Arab IAIN Kediri, yaitu Bapak Syamsuddin,
bahwasannya proses pembelajaran mata kuliah teknologi (e-learning)
misalnya, capaian pembelajaran baik untuk mahasiswa maupun dosen diharapkan
mampu menguasai komputer dan aplikasi komputer, sehingga materi mampu
berkembang sesuai dengan zamannya. Juga tidak bisa dibatasi bahwasannya lulusan
program studi pendidikan bahasa Arab nantinya hanya menjadi guru saja. Jadi
harus mempersiapkan skill yang benar-benar matang baik soft skill
maupun hard skill. Kurikulum pembelajaran (e-learning) bahasa
Arab di program studi pendidikan bahasa Arab IAIN Kediri juga belum disesuaikan
dengan kebutuhan mahasiswa, karena tiap dosen harus merencanakan tiap materi
setiap pertemuannya sendiri, bukan dari pihak program studi. Mata kuliah ini
juga belum melibatkan stakeholders manapun karena dari Bapak Dosen
sendiri mengajar di program studi pendidikan bahasa Arab baru dalam semester
ini, sebelumnya hanya mengajar di Pendidikan Agama Islam saja. Jadi, belum
adanya target yang menjadi tuntutan bagi dosen maupun mahasiswa program studi
pendidikan bahasa Arab untuk kelanjutan dari perkembangan pembelajaran. Namun,
dengan melibatkan stakeholders tersebut merupakan usulan yang bagus
sehingga materi atau konten yang disajikan sesuai dan menjawab kebutuhan dari stakeholders.
Daftar Pustaka
Hendra Suwardana. Revolusi
Industri 4. 0 Berbasis Revolusi Mental, Jati Unik, Vol. 1, No. 2, 2017.
Kasinyo Harto. Tantangan
Dosen PTKI di Era Industri 4.0, Jurnal Tatsqif (Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan) ,Vol.
16, No. 1, 2018.