Senin, 10 Desember 2018

Kewirausahaan

Pendidikan Kewirausahaan Pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di Era Industri 4.0
Oleh : Ana Nailus Sa'adah (932500915) Kelas A
Artikel ini sebagai Tugas UAS mata kuliah E-Learning Program Studi Pendidikan BahasaArab di IAIN Kediri

Pendidikan kewirausahaan dapat membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku pada mahasiswa menjadi seorang wirausahawan (entrepreneur) sejati sehingga mengarahkan mereka untuk memilih berwirausaha sebagai pilihan karir. Pendidikan akan membentuk wirausaha dengan meningkatkan pengetahuan tentang bisnis dan membentuk atribusi psikologi seperti halnya kepercayaan diri, penghargaan terhadap diri sendiri dan Self-Efficacy (Kuarilsky & Waistrad, 1998). Pendidikan kewirausahaan di kampus bertujuan untuk mengembangkan potensi akademis dan kepribadian mahasiswa, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan di dunia kerja.
Dalam usaha mewujudkan calon pengusaha muda terdidik, atau pengusaha muda pemula dan menumbuhkembangkan budaya kewirausahaan di perguruan tinggi dapat dimulai dengan program Kuliah Kewirausahaan (KWU). Penyelenggaraan KWU sebagai upaya memperkenalkan dunia kewirausahaan agar dapat menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan untuk kalangan mahasiswa. KWU juga dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kewirausahaan, pengalihan pengalaman berwirausaha, serta mendorong tumbuhnya motivasi berwirausaha sebagai satu bentuk kegiatan awal mahasiswa calon wirausaha baru. Agar terjadi interaksi antarmahasiswa dari berbagai bidang studi dalam proses pembelajaran kewirausahaan, peserta KWU diharapkan berasal dari mahasiswa di berbagai program studi/ jurusan/ fakultas.
Dalam upaya mewujudkan program KWU, setiap perguruan tinggi diharapkan : (1) meningkatkan pemahaman dan penjiwaan kewirausahaan di kalangan mahasiswa agar mampu menjadi wirausahawan yang berwawasan jauh ke depan dan luas berbasis ilmu yang diperolehnya, (2) mengenal pola pikir wirausaha serta meningkatkan pemahaman manajemen (organisasi, produksi, keuangan, dan pemasaran), dan (3) memperkenalkan cara melaksanakan akses informasi, pasar, serta teknologi, cara pembentukan kemitraan usaha, strategi, serta etika bisnis, pembuatan rencana bisnis atau studi kelayakan yang diperlukan mahasiswa agar lebih siap dalam pengelolaan usaha yang sedang dilakukan.
Pengintegrasian pendidikan kewirausahaan pada setiap satuan pendidikan mulai dari usia dini, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, serta pendidikan non formal ini didasarkan pada butir-butir kebijakan nasional yang terdapat pada :
1.    Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.
2.    Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
3.    Inpres Nomor 4 Tahun 1995 Tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan.
4.    SKB Menteri Negara Koperasi dan UKM dan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 02/SKB/MENEG/VI/2000 dan 4/U/SKB/2000 Tentang Pendidikan Perkoperasian dan Kewirausahaan.
5.    Permendiknas Nomor 63 Tahun 2009 Tentang Penjaminan Mutu Pendidikan.
Selain itu, arah kebijakan pembangunan pendidikan nasional dimaksudkan untuk penerapan metodologi pendidikan akhlak mulia dan karakter bangsa termasuk karakter wirausaha. Sistem pembelajaran belum sepenuhnya secara efektif membangun peserta didik untuk memiliki akhlak mulia dan karakter bangsa termasuk karakter wirausaha. Hal ini ditunjukkan melalui jumlah pengangguran yang tinggi, jumlah wirausaha yang relatif sedikit, dan terjadinya degradasi moral.
Mata kuliah ini cenderung lebih mengedepankan terhadap keahlian mahasiswa dalam berbisnis namun tidak keluar dari cakupan pembelajaran bahasa Arab yang sudah dipelajari. Mahasiswa diharapkan tidak hanya lulus menjadi sarjana pendidikan saja melainkan yang memiliki karakter dan keahlian berwirausaha di era yang semuanya penuh dengan persaingan baik dalam hal ekonomi maupun kualitas.
 Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan peluang yang ada dan dikombinasikan dengan ilmu tentang bahasa Arab yang mereka kuasai, sehingga tidak ada tumpang tindih yang sia-sia. Apa yang dipelajari bermanfaat, dan tidak meninggalkan perkembangan zaman yang ada. Karena zaman sudah semakin maju dan serba menggunakan digital, baik dari kalangan anak-anak sampai orang dewasa semuanya sudah menikmati proses digital ini. Dengan ditandai banyaknya penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari. 
Adanya peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan baik, bagaimana gadget menjadi peluang bisnis yang bernilai ekonomi, tidak hanya memiskinkan diri dengan menghabiskan kuota-kuota. Kita para calon lulusan pendidikan, terlebih bahasa Arab diharapkan mampu membaca peluang dan sebisa mungkin memodofikasi serta mengemas sebaik mungkin. 
Kewirausahaan dan pendidikan merupakan dua yang berbeda namun bisa disatukan dengan kreativitas kita sendiri sebagai seorang mahasiswa. Salah satunya dengan membuka kursusan berbahasa arab, hal itu mengkolaborasikan pembelajaran bahasa Arab dan bisnis kewirausahaan. Kita mampu mengamalkan ilmu kita, juga mampu mengembangkan kreativitas kita. Jadi semua yang kita dapatkan bermanfaat kepada kesemuanya. 
jika dikaitkan dengan Industri 4.0, yang kesemuanya berhubungan dan dihubungkan dengan digital dan teknologi. maka, pemanfaatan media akses untuk publikasi menggunakan berbagai bentuk media sosial. diantaranya : Instagram, Facebook, Twitter, Blogspot, Wordpress dan lain sebagainya. begitu halnya dengan pendaftaran atau tes online dalam penerimaan peserta didik baru.

Daftar Pustaka
Wahyu Pril Ranto, Dwi. Membangun Perilaku Entrepreneur Pada Mahasiswa Melalui Entrepreneurship Education, JBMA: Vol. 3, No. 1, 2016.
Wijaya, David, Pendidikan Kewirausahaan Untuk Sekolah dan Perguruan Tinggi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2017.


0 komentar:

Posting Komentar