Pendidikan Kewirausahaan Pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di
Era Industri 4.0
Oleh : Ana
Nailus Sa'adah (932500915) Kelas A
Artikel ini sebagai Tugas UAS mata
kuliah E-Learning Program Studi Pendidikan BahasaArab di IAIN Kediri
Pendidikan
kewirausahaan dapat membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku pada mahasiswa
menjadi seorang wirausahawan (entrepreneur) sejati sehingga mengarahkan
mereka untuk memilih berwirausaha sebagai pilihan karir. Pendidikan akan membentuk
wirausaha dengan meningkatkan pengetahuan tentang bisnis dan membentuk atribusi
psikologi seperti halnya kepercayaan diri, penghargaan terhadap diri sendiri
dan Self-Efficacy (Kuarilsky & Waistrad, 1998). Pendidikan
kewirausahaan di kampus bertujuan untuk mengembangkan potensi akademis dan
kepribadian mahasiswa, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sesuai dengan
kebutuhan dan perkembangan di dunia kerja.
Dalam
usaha mewujudkan calon pengusaha muda terdidik, atau pengusaha muda pemula dan
menumbuhkembangkan budaya kewirausahaan di perguruan tinggi dapat dimulai
dengan program Kuliah Kewirausahaan (KWU). Penyelenggaraan KWU sebagai upaya
memperkenalkan dunia kewirausahaan agar dapat menumbuhkembangkan jiwa
kewirausahaan untuk kalangan mahasiswa. KWU juga dilaksanakan untuk memberikan
pengetahuan kewirausahaan, pengalihan pengalaman berwirausaha, serta mendorong
tumbuhnya motivasi berwirausaha sebagai satu bentuk kegiatan awal mahasiswa
calon wirausaha baru. Agar terjadi interaksi antarmahasiswa dari berbagai
bidang studi dalam proses pembelajaran kewirausahaan, peserta KWU diharapkan
berasal dari mahasiswa di berbagai program studi/ jurusan/ fakultas.
Dalam
upaya mewujudkan program KWU, setiap perguruan tinggi diharapkan : (1)
meningkatkan pemahaman dan penjiwaan kewirausahaan di kalangan mahasiswa agar
mampu menjadi wirausahawan yang berwawasan jauh ke depan dan luas berbasis ilmu
yang diperolehnya, (2) mengenal pola pikir wirausaha serta meningkatkan
pemahaman manajemen (organisasi, produksi, keuangan, dan pemasaran), dan (3)
memperkenalkan cara melaksanakan akses informasi, pasar, serta teknologi, cara
pembentukan kemitraan usaha, strategi, serta etika bisnis, pembuatan rencana
bisnis atau studi kelayakan yang diperlukan mahasiswa agar lebih siap dalam
pengelolaan usaha yang sedang dilakukan.
Pengintegrasian
pendidikan kewirausahaan pada setiap satuan pendidikan mulai dari usia dini,
pendidikan menengah, pendidikan tinggi, serta pendidikan non formal ini
didasarkan pada butir-butir kebijakan nasional yang terdapat pada :
1.
Pancasila dan
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.
2.
Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
3.
Inpres Nomor 4
Tahun 1995 Tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan
Kewirausahaan.
4.
SKB Menteri
Negara Koperasi dan UKM dan Menteri Pendidikan Nasional Nomor
02/SKB/MENEG/VI/2000 dan 4/U/SKB/2000 Tentang Pendidikan Perkoperasian dan
Kewirausahaan.
5.
Permendiknas
Nomor 63 Tahun 2009 Tentang Penjaminan Mutu Pendidikan.
Selain
itu, arah kebijakan pembangunan pendidikan nasional dimaksudkan untuk penerapan
metodologi pendidikan akhlak mulia dan karakter bangsa termasuk karakter
wirausaha. Sistem pembelajaran belum sepenuhnya secara efektif membangun
peserta didik untuk memiliki akhlak mulia dan karakter bangsa termasuk karakter
wirausaha. Hal ini ditunjukkan melalui jumlah pengangguran yang tinggi, jumlah
wirausaha yang relatif sedikit, dan terjadinya degradasi moral.
Mata
kuliah ini cenderung lebih mengedepankan terhadap keahlian mahasiswa dalam
berbisnis namun tidak keluar dari cakupan pembelajaran bahasa Arab yang sudah
dipelajari. Mahasiswa diharapkan tidak hanya lulus menjadi sarjana pendidikan
saja melainkan yang memiliki karakter dan keahlian berwirausaha di era yang
semuanya penuh dengan persaingan baik dalam hal ekonomi maupun kualitas.
Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan peluang yang ada dan dikombinasikan dengan ilmu tentang bahasa Arab yang mereka kuasai, sehingga tidak ada tumpang tindih yang sia-sia. Apa yang dipelajari bermanfaat, dan tidak meninggalkan perkembangan zaman yang ada. Karena zaman sudah semakin maju dan serba menggunakan digital, baik dari kalangan anak-anak sampai orang dewasa semuanya sudah menikmati proses digital ini. Dengan ditandai banyaknya penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari.
Adanya peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan baik, bagaimana gadget menjadi peluang bisnis yang bernilai ekonomi, tidak hanya memiskinkan diri dengan menghabiskan kuota-kuota. Kita para calon lulusan pendidikan, terlebih bahasa Arab diharapkan mampu membaca peluang dan sebisa mungkin memodofikasi serta mengemas sebaik mungkin.
Kewirausahaan dan pendidikan merupakan dua yang berbeda namun bisa disatukan dengan kreativitas kita sendiri sebagai seorang mahasiswa. Salah satunya dengan membuka kursusan berbahasa arab, hal itu mengkolaborasikan pembelajaran bahasa Arab dan bisnis kewirausahaan. Kita mampu mengamalkan ilmu kita, juga mampu mengembangkan kreativitas kita. Jadi semua yang kita dapatkan bermanfaat kepada kesemuanya.
jika dikaitkan dengan Industri 4.0, yang kesemuanya berhubungan dan dihubungkan dengan digital dan teknologi. maka, pemanfaatan media akses untuk publikasi menggunakan berbagai bentuk media sosial. diantaranya : Instagram, Facebook, Twitter, Blogspot, Wordpress dan lain sebagainya. begitu halnya dengan pendaftaran atau tes online dalam penerimaan peserta didik baru.
jika dikaitkan dengan Industri 4.0, yang kesemuanya berhubungan dan dihubungkan dengan digital dan teknologi. maka, pemanfaatan media akses untuk publikasi menggunakan berbagai bentuk media sosial. diantaranya : Instagram, Facebook, Twitter, Blogspot, Wordpress dan lain sebagainya. begitu halnya dengan pendaftaran atau tes online dalam penerimaan peserta didik baru.
Daftar
Pustaka
Wahyu Pril Ranto, Dwi. Membangun Perilaku Entrepreneur
Pada Mahasiswa Melalui Entrepreneurship
Education, JBMA:
Vol. 3, No. 1, 2016.
Wijaya,
David, Pendidikan Kewirausahaan Untuk Sekolah dan Perguruan Tinggi, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2017.







0 komentar:
Posting Komentar